Welcome

Senin, 08 November 2010

Pengertian Sistem Kendali

Sistem kendali dapat dikatakan sebagai hubungan antara komponen yang membentuk sebuah konfigurasi sistem, yang akan menghasilkan tanggapan sistem yang diharapkan. Jadi harus ada yang dikendalikan, yang merupakan suatu sistem fisis, yang biasa disebut dengan kendalian (plant). 

Sistem dapat didefinisikan sebagai berikut : “Sistem adalah kombinasi dari beberapa komponen yang bekerja bersama-sama dan melakukan suatu sasaran tertentu”.(Katsuhiko Ogata. Teknik Kontrol Automatik (Sistem Pengaturan) Jilid 1. (Jakarta : Erlangga, 1993). hal 3.)

1. Sistem Kendali Untai Terbuka (open loop system)
Sistem kendali ini merupakan bentuk sistem kendali yang paling sederhana dan sangat konvensional karena terdiri dari sejumlah elemen fisik sebagai pembentuk sistemnya. Sistem ini sesuai namanya mempunyai ciri-ciri utama antara lain :
a.Hanya mempunyai dua kondisi yaitu On-Off
b.Sistem ini sangat peka dengan lingkungan sekitar
c.Ketelitiannya sangat ditentukan oleh kalibrasi
d.Output sistem tidak ikut mempengaruhi proses sistem
e.Sangat sederhana dan relatif murah

2. Sistem kendali Unati Tertutup (Closed loop system)
Jenis sistem pengendali ini sering dikenal dengan sistem kendali berumpan balik (feed back system) atau automatic control system. Karena dalam sistem ini sebagian output dikembalikan kepada bagian input untuk dikomparasikan dengan sinyal acuan yang selanjutnya diumpankan pada bagian pemroses. Tindakan pengembalian sinyal output untuk dikomparasikan dengan sinyal acuan bejalan secara otomatis, artinya apabila terjadi kondisi yang menyimpang dari acuan yang telah ditetapkan, maka secara otomatis tejadi proses komparasi sinyal yang hasilnya dipergunakan untuk masukan mesin (plant).
Ciri-ciri utama sistem kendali ini antara lain :
a.Dapat menstabilkan sistem
b.Tidak terpengaruh oleh keadaan di sekitar sistem
c.Proses kendali dipengaruhi oleh bagian output dari sistem
d.Ketelitian ditentukan oleh faktor umpan balik sistem
e.Banyak digunakan untuk menstabilkan sistem

Sistem kendali ini secara umum terdiri dari tiga bagian yaitu input, proses dan output. Sistem kendali ini dibagi menjadi dua yaitu bersifat terbuka (open loop) dan tertutup (close loop).(Norman S Nise. Control System Engineering 4th Edition. (United State of America : Wiley, 2004). hal 11). Model sistem kendali sederhana ditunjukkan pada Gambar 1.Bentuk umum pada sistem open loop, tahap masukan atau input berguna untuk mengubah informasi yang didapat kebentuk yang dapat diproses controller. Yang kemudian controller menggerakkan alat yang diinginkan. Kelemahan sistem ini adalah tingkat sensitifitas yang rendah terhadap gangguan dan tidak dapat memperbaiki gangguan tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat digunakan sistem close loop. Dengan sistem close loop diharapkan hasil keluaran dapat mengoreksi masukan agar mencapai hasil yang diinginkan.

Masukan dan keluaran merupakan variabel atau besaran fisis. Keluaran merupakan hal yang dihasilkan oleh kendalian, artinya yang dikendalikan; sedangkan masukan adalah yang mempengaruhi kendalian, yang mengatur keluaran. Kedua dimensi masukan dan keluaran tidak harus sama.

Pada sistem kendali dikenal sistem lup terbuka (open loop system) dan sistem lup tertutup (closed loop system). Sistem kendali lup terbuka atau umpan maju (feedforward control) umumnya mempergunakan pengatur (controller) serta aktuator kendali (control actuator) yang berguna untuk memperoleh respon sistem yang baik. Sistem kendali ini keluarannya tidak diperhitungkan ulang oleh controller. Suatu keadaan apakah plant benar-benar telah mencapai target seperti yang dikehendaki masukan atau referensi, tidak dapat mempengaruhi kinerja kontroler.



Gambar 1. Sistem pengendalian lup terbuka


Pada sistem kendali yang lain, yakni sistem kendali lup tertutup (closed loop system) memanfaatkan variabel yang sebanding dengan selisih respon yang terjadi terhadap respon yang diinginkan. Sistem seperi ini juga sering dikenal dengan sistem kendali umpan balik. Aplikasi sistem umpan balik banyak dipergunakan untuk sistem kemudi kapal laut dan pesawat terbang. Perangkat sehari-hari yang juga menerapkan sistem ini adalah penyetelan temperatur pada almari es, oven, tungku, dan pemanas air.




Gambar 2. Sistem pengendalian lup tertutup


Dengan sistem kendali gambar 2, kita bisa ilustrasikan apabila keluaran aktual telah sama dengan referensi atau masukan maka input kontroler akan bernilai nol. Nilai ini artinya kontroler tidak lagi memberikan sinyal aktuasi kepada plant, karena target akhir perintah gerak telah diperoleh. Sistem kendali loop terbuka dan tertutup tersebut merupakan bentuk sederhana yang nantinya akan mendasari semua sistem pengaturan yang lebih kompleks dan rumit. Hubungan antara masukan (input) dengan keluaran (output) menggambarkan korelasi antara sebab dan akibat proses yang berkaitan. Masukan juga sering diartikan tanggapan keluaran yang diharapkan.
Untuk mendalami lebih lanjut mengenai sistem kendali tentunya diperlukan pemahaman yang cukup tentang hal-hal yang berhubungan dengan sistem kontrol. Oleh karena itu selanjutnya akan dikaji beberapa istilah-istilah yang dipergunakannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar